4 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pembuatan Selai (Jam)

WARTAPANGAN.COM pada kesempatan kali ini akan membahasa Selai atau Jam. Ya, makanan yang sering kita pakai untuk roti, baik itu selai dari strawberi, nenas atau bahan lainnya. Tahukah Anda, menurut Food and Drug Administration (FDA) dalam Woodroof dan Luh (1975) mendefinisikan selai sebagai produk hasil olahan buah-buahan, baik berupa buah segar, buah beku, buah kaleng maupun campuran ketiganya, dalam proporsi tertentu terhadap gula(sukrosa) dengan tanpa penambahan air. Dalam hal ini, proporsi buah-buahan yang digunakan adalah 45 bagian dan gula 55 bagian.

Dalam pembuatan selai ini ada beberapa tahapan seperti penghancuran buah, pemasakan, penambahan gula dan lainnya yang harus dilewati dan apakah tujuan dari proses-proses tersebut . Simak penjelasan di bawah ini.

Desrosier (1988) menyatakan pendidihan buah-buahan Baca lebih lanjut

3 Tips Membedakan Air Zamzam Asli atau Palsu

WARTAPANGAN.COM — Air yang keluar dari hentakan kaki Nabi Ismail ini  memiliki banyak karakteristik yang berbeda dengan air biasa. Jelas, karena air Zamzam adalah keajaiban dari Allah SWT sehingga tidak ada manusia yang bisa menambahkan karakteristik lain ke dalam air ini.

Seperti dilansir dari Arabmedia.com, Selasa (30/5), secara kasat mata, air Zamzam tampak sama dengan jenis air lain, seperti air mineral dalam kemasan. Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah air Zamzam itu asli atau palsu. Bagaimana? Berikut ini penjelasannya:

Kemasan air Zamzam asli berisi 10 liter dalam botol dengan tercetak kata “Zam Zam” dan terdapat cap pada tutup dan botol itu sendiri. Botol yang asli memiliki kemasan berlabel biru dan tanggal kemasan di Makkah. Baca lebih lanjut

Apa Itu Food Bars ? Ini Jawabannya

Baru – baru ini ada ada sebuah fenomena tentang makanan yang berbentuk batang, rendah kalori, kaya akan gizi, dan mengenyangkan, dan terbuat dari tepung kedelai, makanan apakah ini ? Ya, makanan ini adalah Food Bar, makanan yang dibentuk dari bahan-bahan kering sampai semi kering ini merupakan makanan tren baru-baru ini.

Bars adalah produk pangan padat yang berbentuk batang dan merupakan campuran dari berbagai bahan kering seperti sereal, kacangkacangan, buah-buahan kering yang digabung menjadi satu dengan bantuan binder. Sirup, nougat, karamel, dan coklat merupakan beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai binder. Snack bar yang sedang populer di berbagai negara umumnya terbuat dari kedelai, bahan-bahan lain yang kaya zat gizi maupun non-gizi, dan buah-buahan kering. Bentuk bars dipilih karena mudah dibawa dan dikonsumsi. Pangan bebentuk bars mudah dibuat dan dikreasikan dengan berbagai macam bahan.

Bahan-bahan yang umum digunakan dalam pembuatan snack bar dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan-bahan yang berfungsi sebagai pengikat dan bahan-bahan pelembut tekstur. Bahan pengikat atau pembentuk adonan yang kompak adalah tepung, air, garam, sedangkan bahan-bahan yang berfungsi sebagai pelembut tekstur adalah gula, mentega, dan baking powder sebagai bahan pengembang.

Tepung merupakan bahan dasar pada pembuatan snack bar dan merupakan komponen yang paling banyak, tepung berfungsi sebagai pembentuk adonan selama proses pencampuran, menarik atau mengikat bahan lainnya serta mendistribusikan secara merata, membentuk tekstur, menahan gas selama fermentasi, dan pembentuk citarasa Produk snack bar komersial memiliki formulasi seperti formulasi cookies yang setiap bar-nya (potongan) mengandung energi, protein, dan vitamin.

Food Bars ini bisa dijadikan makanan yang praktis, tapi tetap mempunyai kalori yang cukup untuk mendukung tubuh dalam kegiatan sehari-hari. Apalagi dengan makin maraknya kehidupan yang instan, serba cepat , food bars ini dapat dijadikan solusi yang cepat dan siap santap dan tahan lama

Sumber :  <a href=”http://www.panganesia.com”>http://www.panganesia.com</a&gt;

Pusat Penelitian Madu Pertama di Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan madu, komoditas yang berupa cairan kental dan sangat manis ini memang tidak dipungkiri hampir semua orang suka. Perlu diketahui komoditas yang diperoleh dari lebah ini merupakan salah satu komoditas yang bernilai tinggi yang semakin banyak digemari oleh pasar internasional. Dengan banyaknya produk madu kemasan.

Dilansir dari Food Review (06/15) Sayangnya, pemanfaatan dan penelitian madu di Indonesia masih belum optimal. Hal tersebut mendorong PT Haldin Pacific Semesta untuk mendirikan Institut Penelitian Madu Indonesia ( Indonesia Honey Research Institute, IHRI). IHRI diresmikan pada 15 Juni lalu oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, di Cibitung . Baca lebih lanjut

Kelebihan dan Kelemahan Label Halal di Indonesia

Dilansir dari http://www.panganesia.com Kita semua tahu bahwa makanan seorang Muslim harus terjamin kehalalannya dan ketoyibannya. Bahkan standar halal dan toyib (baik) ini sudah banyak diterapkan di negara yang tidak semayoritas muslimnya seperti di Indonesia, negara yang sudah menerapkan jaminan mutu halal dan toyib ini diantaranya ada negara tentangga kita, yaitu Singapura. Ya, Jaminan mutu halal itu manfaatnya sangat luas tidak terbatas tentang makanan halal dan haram, tetapi cara produksi, bahan baku, dan lainnya pun diperhatikan. Oleh karena itu semua makanan, kosmetik, peralatan, bank, bahkan advokat pun harus ada label halal, alias bersertifikat halal atau syariah.

Adapun label halal di Indonesia itu dikelola oleh MUI melalui LPPOM MUI. Label halal yang dikeluarkan lembaga MUI ini patut diacungi jempol. Adanya label halal merupakan kemajuan pesat dan prestasi tersendiri dari kalangan umat islam, lantaran ada kesadaran meluas untuk mengkonsumsi produk halal. Adapun Manfaat label halal ini diantaranya :

  1. Memudahkan

Dengan adanya pelabelan produk halal, masyarakat jadi sangat terbantu untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk yang pasti kehalalannya. Tidak ada lagi keraguan di dalamnya, lantaran sudah ada lembaga yang menjamin kehalalannya. Baca lebih lanjut